Senyum Pelanggan Senyum Kami Jalan Adi Sucipto No.44 Telp 0333-423615,421525 fax : 0333-425180
Content

LANDASAN HUKUM


LANDASAN HUKUM


Tanggal Pos : 2016-10-21

Total 1 result.
Guest wrote on 2017/06/08 12:09:52 AM :
Guest

Assallamu'alaikum Warahmatullahiwabarakaatuh,
Sebelumnya mohon maaf kepada pemda Banyuwangi dan PDAM khususnya, kami selaku warga perumahan genteng indah dusun nganjukan desa karangsari sempu ingin menanyakan, sebetulnya untuk kebutuhan air PDAM di daerah kami itu ikut dalam kawasan kantor cabang PDAM daerah mana ya? Genteng apa Sempu?
Terus dari sekian tahun mulai era bupati ratna ani lestari hingga saat ini developer perumahan kami, mendirikan kawasan perumahan di daerah kami telah dijanjikan fasilitas untuk kebutuhan air berupa aliran air pam dari PDAM oleh pihak developer. Namun ternyata kami diberi aliran air dari sumur bor umum yang dibuatkan oleh pihak developer yang kualitas airnya sungguh tidak layak konsumsi. Dan akhirnya kami diberikan air dari satu-satunya meteran pam PDAM yang terpasang pada tempat ibadah yang ada di daerah perumahan kami untuk bisa pakai secara bersama-sama dengan jumlah puluhan KK yang ada. Selanjutnya kami bersabar menunggu janji dari pihak developer tentang ketersediaan air layak konsumsi selama bertahun-tahun bahkan sampai saat ini dan belum terwujud.
Kemudian beberapa diantara kami dengan jumlah kurang dari 5 KK sekitar 5 tahun yang lalu secara mandiri mengajukan permohonan pemasangan meteran pam kepada PDAM genteng dan terpasang.
Namun setelah warga lain mengajukan permohonan pemasangan meteran air ke PDAM genteng, pihak PDAM selalu menyampaikan bahwa kuota pemasangan meteran air pam di daerah kami belum tersedia hingga saat ini, dengan alasan debit air PDAM di daerah kami belum mencukupi.
Yang ingin kami tanyakan kira-kira sampai kapan PDAM bisa mengalirkan air pamnya untuk tiap-tiap KK di perumahan kami?
Apakah kira-kira pemerintahan bupati yang sekarang bisa memberikan solusi tentang masalah ini?
Apakah tidak ada pengawasan dari pemerintah banyuwangi untuk masalah developer perumahan yang nakal?
Haruskah kita sebagai rakyat kecil ikut membangun ecotourism dan ekonomi kreatif dengan setiap waktu kami yang selalu dipusingkan dengan masalah ketersediaan air di perumahan kami?
Mohon maaf karena kami rakyat kecil yang di perumahan ini sudah dipusingkan kejar setoran cicilan KPR dan kebutuhan keluarga sehari-hari masih harus terjaga tiap malam untuk antri aliran air dengan satu meteran pam saja, pagi sudah harus kerja agar tidak telat bayar cicilan KPR pada BTN.
Mohon sekiranya pihak mana pun yang berwenang tentang masalah ini untuk segera bisa memberikan solusi.
Terimakasih.




Komentar :
Saya Bukan Robot* :