Senyum Pelanggan Senyum Kami Jalan Adi Sucipto No.44 Telp 0333-423615,421525 fax : 0333-425180
Content

Pelanggaran & Sanksi Pelanggaran


PELANGGARAN DAN SANKSI PELANGGARAN

A.   PELANGGARAN RINGAN
1.    Menyalurkan saluran PDAM secara permanen kepada persil lain.
2.    Melakukan tindakan yang berakibat posisi meter air dan penutupan meter air /         pembacaan meter.
3.    Memutus / merusak segel kopling / segel meter.


SANKSI PELANGGARAN RINGAN
Pelanggaran yang dilakukan oleh pelanggan sesuai butir A akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) dan biaya material ongkos tukang merubah letak meter sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


B.    PELANGGARAN SEDANG
1.    Menggunakan pompa untuk menyedot langsung dari pipa saluran sesudah meter.
2.    Perbuatan lain yang mempengaruhi jalannya meter air.

SANKSI PELANGGARAN SEDANG
a. Pelanggan yang melakukan pelanggaran sesuai butir B dikenakan sanksi denda     sebesar Rp 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) dan harus membayar ganti     kerugian air PDAM akibat pelanggaran tersebut.
b. Khusus yang merusak meter air ditambah biaya ganti meter sesuai harga yang     berlaku di PDAM.

C.  PELANGGARAN BERAT
1.   Menghindari  pengukuran  pemakaian  lewat  meter  air, baik sebagian maupun        seluruhnya.
2.    Menghindari langsung dari pipa tanpa melalui meter air.
3.    Melepas meter air sehingga air tidak terukur.
4.    Memindahkan posisi meter, memperbaiki sendiri meter dan mengganti pipa dinas         tanpa ijin perusahaan.


SANKSI PELANGGARAN BERAT
Pelanggaran yang dilakukan oleh pelanggan sesuai butir C akan dikenakan sanksi denda sebesar :
1.    Golongan Sosial, Rumah tangga sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).
2.    Golongan Niaga sebesar Rp 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah).
3.    Golongan Industri sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah).
Dan harus membayar ganti rugi kekurangan air PDAM akibat pelanggaran tersebut. Apabila pelanggan tidak bersedia menyelesaikan sanksi dengan ketentuan diatas maka penyelesaian selanjutnya diproses secara hukum melalui kepolisian.